Perkembangan kemampuan bicara sesuai umur

Biasanya kemampuan berbicara bergantung pada perkembangan usia anak. Semakin dewasa tentunya perkembangan kemampuan bicara anak semakin kompleks. Walaupun terkesan sepele tapi penting loh, untuk Mama dan Papa mengamati perkembangan kemampuan bicara sesuai umur anak. Hal ini dilakukan untuk mencegah gangguan sejak dini. Untuk itu berikut beberapa detail perkembangan kemampuan bicara sesuai umur anak:

  1. 0-6 bulan

Tahap awal 0-2 bulan anak hanya reseptif terhadap suara yang dihasilkan lingkungan sekitar. Selain bersifat reseptif ekspresi anak hanya menangis. Pada tahap ini penting sekali bagi Mama dan Papa untuk perhatikan apakah anak menoleh ke sumber suara dari lingkungan sekitar. Perkembangan lain dari rentan usia 0-6 bulan adalah cooing atau suara yang tidak beraturan. Untuk membantu Mama dan Papa menstimulasi Buah Hati dapat coba untuk berbicara pada bayi dengan penuh atensi. Kalian juga dapat bermain dengan Buah Hati dengan memberikan mainan yang berbunyi. Permainan klasik seperti cilukba juga dapat membantu stimulasi Buah Hati. Rekomendasi lain adalah bernyanyi ketika beraktivitas dengan Buah Hati.

  1. 6-12 bulan

Tahap 6 bulan bayi dapat mengoceh dengan bunyi berulang seperti kata ma-ma atau pa-pa. Interaksi yang mengajarkan kata berulang juga dapat membantu perkembangan Buah Hati. Pada tahap ini mereka sudah dapat mengoceh untuk mendapatkan perhatian orang lain. Saat ini mereka mulai memahami aktivitas sehari-hari. Ketika di usia 9 bulan anak sudah dapat menoleh ketika kita memanggil namanya, pada rentang usia ini anak juga sudah dapat menirukan suara yang didengar atau membeo. Pada usia 12 bulan mereka sudah mengenali nama sendiri dan memahami instruksi sederhana. Untuk menambah perkembangan pada fase ini, Mama dan Papa dapat memberikan indikasi audio ketika sedang melakukan berbagai aktivitas sehari-hari, untuk membantu pemahaman Buah Hati. 

  1. 12-18 bulan 

Pada tahap ini bayi biasanya sudah mulai menghafal nama/sebutan orang sekitarnya. Karena itu juga sudah dapat menyebutkan nama objek. Mulai dapat mengungkapkan keinginannya. Mampu bertanya pertanyaan sederhana. Mama dan Papa dapat membantu stimulasi dengan memberikan lagu sederhana kemudian berinteraksi dengan Buah Hati.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related posts

X